Piljatim

Sikap NU dan Pecah Belah

JATIMPOS.COM – Secara kelembagaan NU tak terlibat dalam politik praktis Pilkada Bojonegoro karena hal sudah ranah partai. Namun sebagai lembaga keagamaan NU mempunyai kewajiban momong ummat agar mendapatkan pemimpin yang amanah dan ngayomi ummat NU.

Pengurus NU Bojonegoro hanya menfasilitasi keinginan politik ummat agar kejadian 10 tahun ini tak terulang kembali dalam Pilkada 2018. Bagaimana pun juga Bojonegoro adalah basis NU masak punya Bupati bukan dari kalangan NU sendiri.

Keinginan kuat arus bawah agar adanya perubahan kemimpinan di Bojonegoro didengakan pengurus NU dengan menggelar fasilitasi rekam aspirasi dari bawah langsung. Semua ranting didengarkan pendapatnya soal sosok pemimpin yang paling pas mengelola Bojonegoro 1.

Serap aspirasi tersebut sudah berjalan pada bulan Agustus 2017 Tahun lalu (https://m.detik.com/news/berita-jawa-timur/d-3617015/5-kader-nu-ini-masuk-rekam-aspirasi-untuk-pilkada-bojonegoro) dan masing-masing mengajukan calonnya yang diinginkan maka muncul 5 nama kader Nahdliyin dalam rekam aspirasi diantaranya Anna Muawanah fraksi PKB DPR RI mendapat 517 suara, Ketua PCNU Bojonegoro Kholid Ubed yang mendapatkan 241 suara, Muslih Fatah PNS di lingkungan Dinas Pendidikan Bojonegoro dan pengurus NU Bojonegoro 36 suara, Ketua DPRD Bojonegoro dari partai Golkar Mitro’atin 99 suara, Heru Suroso 9 suara, serta suara tidak sah mencapai 32 suara.

Dari hasil tersebut nama Anna Muawanah mendapatkan dukungan terbanyak dan sikap tersebut hingga sekarang masih konsisten terbukti pernyataan Dokter Kholid Ubed ketua Tanfidiyah NU Bojonegork di media massa : http://blokbojonegoro.com/m/berita/detail/53710-pcnu-tetap-mendukung-anna-muawanah/

Kebulatan dukungan NU terhadap kader sendiri ini mendapatkan gangguan pecah belah dari luar. Mereka menghembuskan isu pecah belah di medsos dengan kabar hoax soal oknum-oknum tertentu bukan mendukung kader NU hasil rekam aspirasi. Tapi kita akan menyaksikan kedewasaan massa NU soal restu para kyai sepuh hasil dari rekam aspirasi.

Pecah belah dari luar itu akan merekatkan persaudaraan kalangan NU dan tidak berpaling dalam pilihan. Semakin dipecah belah dari luar NU semakin utuh bersuara, semakin didholimi NU akan menyatu untuk syiar dan kepentingan ummat.

Dokter Kholid Ubed dan jajaran pengurus serta dukungan para kyai sepuh dan kyai langgar akan terus mengawal hasil rekam aspirasi dan mantan mendukung bulat Anna Muawanah. Mari berdoa bersama semoga pada bulan Juni tahun 2018 akan melahirkan pembaruan kepemimpinan di Bojonegoro dari kader NU hasil rekam aspirasi : Anna Muawanah. (Roy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *