Piljatim

The Real Metal

    Bekerja tanpa batas untuk rakyat

Perjalanan Anna Muawanah menyapa warga tiga Dusun di Desa Turi Kecamatan Tambakrejo menunjukkan karakter pekerja keras dan tak pantang menyerah, karakter seorang the real metal. Anna Muawanah rela tubuhnya terguncang-guncang diatas kendaraan offroad dan berteman lumpur jalanan hanya untuk berdialog dengan warga Dusun Bothi, Dusun Bacem dan Dusun Sukosewu.

Perjalanan menembus hutan belantara selama satu jam lebih terbayar saat bertemu senyum ramah warga tiga desa Dusun tersebut. Senyuman penuh harapan baru bagi mereka yang selama ini diabaikan oleh pembangunan. Inilah yang disebut the real metal, metal sesungguhnya dengan bersusah payah dan berkeringat dalam menerobos jalanan hutan saat hujan terbayar dengan bertemu senyumah ramah dan tulus warga. Kebahagian semua warga Dusun terpencil adalah kebahagiaan tertinggi dari hasil kerja keras selama perjalanan menuju lokasi. Dan makna metal sendiri akronim dari menang total, kemenangan bersama rakyat.

“Kami senang Bu Anna kesini meski hujan-hujan tak menyurutkan beliau berdialog dengan kami, ” ujar Supardi salah satu warga Dusun Bacem

Tak mudah memang menembus hutan belantara dengan kondisi jalan berlumpur dan berbatu. Tapi untung selama perjalanan tim dibantu oleh para offroader yang sudah berpengalaman menerabas jalan-jalan terjal. Tim sesekali berhenti karena jalan tak mudah ditundukkan untuk dilewati dan seorang offroader harus bersabar dan hati-hati karena jalanan benar-benar ekstrim.

Salah satu kendaraan offroad terpaksa dibantu dengan ditarik sling besi yang ditautkan dengan kendaraan lain karena berkali-kali mencoba melintas tak berhasil. Tim sempat berhenti selama setengah jam untuk melintasi jalan tersebut. Akhirnya jalanan yang benar-benar ekstrim itu bisa dilewati dengan membawa penumpang dan bawaan bantuan yang berat.

“Jalan menuju tiga Dusun bagi offroader seperti kami sungguh menantang dan menyenangkan apalagi setelah bertemu warga yang ramah-ramah. Suatu saat kami akan kembali ke Dusun ini,” ujar Blorok seorang joki offroader.

Saat memasang sling besi

Tak hanya kendaraan offroad yang terpaksa ditarik dengan sling besi untuk menerabas jalanan berbatu dan berlumpur, salah satu mesin kendaraan tim sempat mengalami overheating hingga keluar asap dari kap mesin. Tim berhenti untuk saling bantu dan dengan sigap masalah overheating mesin dapat diatasi setelah mengisi radiator dengan beberapa botol air mineral bawaan.

“Banyu nggo ngombe malah entek dienggo ngombe mobil,” celetuk candaan salah satu anggota tim dan deraian tawa kami langsung meledak di tengah hutan menjelang Magrib dalam perjalanan ke Dusun lain.

jalan kaki di jalan tanah habis hujan

Kekompakan tim dalam perjalanan menuju tiga Dusun terisolir ini memudahkan untuk menyelesaikan dengan cepat tiap masalah. Tim saling bantu-membantu selama perjalanan beriringan di jalanan tengah hutan.

“Ini adalah perjalanan yang kedua ke desa-desa terisolir dengan tim offroader. Kami datang berdialog dengan warga Dusun yang minim tersentuh pembangunan dan kami sampaikan soal program KPM, Kartu Petani Mandiri. Ini adalah salah satu program unggulan bagi para petani untuk mendapatkan pupuk murah, bibit murah dan obat-obatan tanaman yang dibiayai APBD jika kelak Anna-Wawan terpilih,” ujar Anna Muawanah dengan keringat yang masih memenuhi wajahnya dan sepatu yang penuh lumpur.

Tak hanya Kartu Petani Mandiri tapi ada program beasiswa bagi anak petani untuk meraih cita-cita bersekolah hingga perguruan tinggi. Program tersebut akan membantu anak-anak petani untuk mendapatkan pendidikan lebih baik dan memotong mata rantai kemiskinan dengan pendidikan. (Maya-red)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *