Piljatim

Launcing Gerakan Sedulur Ngaji


Ponorogo – Ratusan warga Ponorogo launching gerakan Sedulur Ngaji mendo’akan Gus Ipul Mbak Puti menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018 – 2023. Gerakan Sedulur Ngaji adalah gerakan keagamaan yang diharapkan dapat menembus dan menerabas semua segmen yang masih tertutup agar semua meraih kemakmuran bersama.

Gerakan Sedulur Ngaji Ponorogo dimulai sejak pukul 18.10 dengan diawali Khotamul Qur’an hingga berhenti saat adzan isya’. Setelah adzan isya’, Kyai Jeriyan Hasbullah Pengasuh Ponpes Al-Islam Joresan Ponorogo memimpin do’a Khotamul Qur’an sebagai washilah mendo’akan yang hadir dan semua umat Islam di Jawa Timur diberikan keselamatan lahir batin dan kemakmuran bersama.

“Kami berharap masyarakat Jawa Timur menjadi makmur dan berharap mendapatkan pemimpin yang amanah untuk membawa masyarakat semakin makmur dan tentram,” ujar Kyai Jeriyan Hasbullah pengasuh Ponpen Al-Islam.

Usai shalat isya’ berjamaah acara diteruskan dengan membaca shalawat nariyah sebanyak 4444 kali. Pembacaan shalawat nariyah diikuti juga anggota DPR RI H. Ibnu Multazam, Sekreatris DPC PKB Ponorogo Dwi Agus Prayitno dan masyarakat dari berbagai kecamatan di Ponorogo. Pembacaan shalawat Nariyah ini diikuti kurang lebih sekitar 100 jama’ah dan dengan khidmat menyelesaian rangkaian acaran hingga selesai.

“Saya merasa bahagia tradisi ahlus sunnah wal jama’ah khas NU tetap lestari di Ponorogo dan kita akan mendukung serta menjaga tradisi ini dibawah bimbingan para Ulama. Dengan tradisi ini menjaga paseduluran dan semoga semua makmur,” ungkap H. Ibnu Multazam anggota DPR RI.

Usai pembacaan bersama shalawat nariyah selain mendo’akan Gus Ipul dan Mbak Puti menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018 -2023 juga mendo’akan Cak Imim menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia, mendo’akan kemenangan PKB lewat kekompakan warga Nahdliyin, mendo’akan NKRI tetap utuh dan dijauhkan dari berbagai konflik dan bencana, dan mendo’akan para pemimpin negeri ini selalu amanah dan selalu diberikan petunjuk oleh Allah SWT.

“Kelima do’a akan bisa terwujud apabila ada dorongan dari warga Nahdliyin melalui semangat keompakan dan keberagamannya. Warga Nahdliyin berpengalaman dalam pergantian pemimpin dan apapun bisa terjadi, tinggal bagaimana warga nahdliyin mau membentengi diri dan keluarga untuk selalu kompak dalam bersikap. Warga Nahdliyin tidak boleh hanya dijadikan pijakan semata oleh kepentingan kelompok ataupun golongan yang tidak bertanggungjawab,” ujar Sekreatris DPC PKB Ponorogo, Dwi Agus Prayitno. (Roy-Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *