Piljatim

Siap Dukung Dawuh Jumhur Ulama Gelar Sedulur Ngaji

Bondowoso – Bak gayung bersambut, ikhtiar para kiai dalam mendoakan keselamatan, kesejahteraan, dan keberkahan untuk masyarakat Jawa Timur, juga berlangsung di daerah-daerah. Salah satunya, di Kabupaten Bondowoso.

Ahad sore (11/3/2018), puluhan santri dari berbagai pelosok di Kota Tape ini, berkoordinasi di Aula Gus Dur, Kecamatan Maesan. Laskar Santri Bondowoso yang tersebar di 23 kecamatan dan 209 desa/10 kelurahan, menginisiasi Gerakan Sedulur Ngaji.

Koordinator Sedulur Ngaji, yang juga Inisiator Laskar Santri Bondowoso, Achmad Humaidi, mengatakan, akan senantiasa mengawal dawuh para kiai dalam mensukseskan Pilkada Jawa Timur di Bondowoso.

“Ini komitmen kami sebagai laskar santri. Ini bentuk ketaatan dan ketakdziman kami atas fatwa jumhur Ulama Jawa Timur. Karena itu, kami akan senantiasa mengawal dawuh para Ulama dalam mensukseskan Pilkada Jawa Timur di Bondowoso”, ungkap Humaidi.

Humaidi menjelaskan, bahwa yang dilakukan Laskar Santri saat ini, bukan merupakan pemikiran sendiri.

“Yang kami lakukan ini bukan ijtihad politik kami. Ini adalah hasil istikharah para kiai sepuh dalam mendukung calon gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf. Jadi, yang dilakukan oleh beliau-beliau, kiai-kiai kami, akan kami dukung sepenuh hati dan jiwa raga kami”, ungkap Humaidi, penuh semangat.

Saat ini, para kiai sepuh menyerukan pelaksanaan Sedulur Ngaji: Kabeh Sedulur, Kabeh Makmur di semua wilayah di Jawa Timur. Sedulur Ngaji adalah kegiatan bermunajat kepada Allah melalui wasilah mengkhatamkan Al Quran, membaca Salawat Nariyah, dan Tahlil. Tujuannya, meminta keselamatan, kesejahteraan, dan keberkahan kepada Allah untuk masyarakat Jawa Timur.

Gerakan Sedulur Ngaji juga dilakukan agar pilkada serentak tahun ini berjalan lancar, tertib, dan aman. Juga menghasilkan pemimpin amanah, dan bermanfaat yang memperjuangkan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah Annnahdliyah, Jam’iyah Nahdlatul Ulama dan Pondok Pesantren.

“Sedulur Ngaji ini merupakan ikhtiar kami untuk berdoa dan menghadang upaya-upaya pihak luar yang memiliki sekenario ingin memecah belah keutuhan NU. Para Kiai sepuh sudah beristikharah dalam menentukan pilihan, ini harus kami dukung.

Jangan sampai NU dipecah belah hanya karena adanya kader ambisius yang berujung pada upaya memecah belah keutuhan Nahdliyyin,” ungkap Humaidi.

Humaidi juga mengatakan, Sedulur Ngaji juga digelar agar para jamaah mengetahui hasil istikharah jumhur Ulama. “Agar Gus Ipul (sapaan akrab Saifullah Yusuf, red) terpilih dan dilantik menjadi gubernur Jawa Timur sebagai wujud ketaatan, ketawadluan kepada masyayikh, kiai NU, serta pengasuh pondok pesantren,” ungkap Humaidi.

Humaidi juga menjelaskan, bahwa ke depan, barisan Laskar Santri Bondowoso akan sowan kepada para Kiai, ustadz dan guru ngaji, serta tokoh masyarakat di masing-masing wilayah, untuk turut serta menggiatkan Sedulur Ngaji. “Sedulur Ngaji ini akan kita bumikan di Bondowoso”, ungkapnya. (Ono)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *