Umum

Sekilas Sejarah Sekar

Oleh : Suwandi Adisuroso

Sejarah yang berlipat. Perlu upaya yang berkesinambungan dalam membuka kembali timbunan catatan yang telah berlalu.

Terdapat dolmen dan menhir di Sekar. Dolmen dan menhir yang berupa balok-balok batu merupakan sarana peribadatan jaman prasejarah. Ini membuktikan bahwa Sekar adalah salah satu pusat kebudayaan prasejarah.

Terdapat petilasan Candi Wisnu yang membuktikan bahwa peradaban dan kehidupan keagamaan telah berlangsung cukup lama di Sekar. Hal ini juga diperkuat dengan keberadaan patung Kyai Derpo di Klino yang saat ini telah raib.

Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk di Majapahit, Sekar adalah sebuah tanah perdikan sebagai mana yang tertulis dalam Prasasti Sekar yang saat ini telah hilang keberadaannya. Status sebagai tanah perdikan menandakan bahwa kawasan tersebut adalah kawasan penting, atau setidak-tidaknya telah berjasa pada negara. Sebagai mana desa Soko, Temayang.

Pada agresi militer Belanda kedua, desa Deling sempat menjadi pusat pemerintahan propinsi Jawa Timur sehubungan dengan jatuhnya Surabaya ke tangan Belanda. Pusat pengendalian pemerintahan menempati kediaman residen Tandiono Manu di desa Deling. Setelah masa agresi Belanda berakhir, Mr. Tandiono Manu diangkat menjadi salah seorang menteri pada pemerintahan presiden Soekarno.

Pada Sekar juga, di desa Klino, sejak lama telah menjadi tempat tetirah para amtenar pemerintahan dengan dibangunnya Loji Klino.

Bahwasannya sejarah adalah obor, sejarah adalah penerang, sejarah adalah semangat untuk jalan yang harus ditempuh dalam menyongsong masa depan agar tetap lestari peradaban yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *