Piljatim

Njiplak dan Berkelit ?

Bojonegoro – Tim Redaksi menurunkan sebuah tulisan yang dikirim oleh Totok Boedy Ramajiman. Sebuah tulisan yang kritis dan cerdas di bawah ini :

 

Klarifikasi yang dilakukan oleh Cabup Soehadi Moelyono sebenarnya untuk menutupi apa yang sudah dilakukan timnya, setelah beredar gambar KBT Plus di medsos yang mirip atau meniru KPM Plus. Gambar rancangan KBT Plus diterima tim redaksi dari “orang dalam” yang bangga akan menandingi KPM Plus. Lalu peredaran rancangan tersebut distop karena banyak kritik dan indikasi kuat menjiplak.

Setelah melakukan klarifikasi dan bantahan di sebuah media online lokal Calon menawarkan sebuah program berbasis KTP. Calon menganggap semua warga yang ber-KTP Bojonegoro berhak mendapatkan program, tapi pertanyaannya bisakah fokus program tersebut ? Calon menganggap warga tak butuh kartu program padahal BJPS Kesehatan saja pake Kartu untuk bisa mengaksesnya, pun Bank juga pake kartu ATM. Dalam era milenial sebuah kartu untuk program khusus adalah mutlak agar tak tercampur dan tetap fokus.

Fungsi KTP adalah tanda pengenal yang didesain oleh Pemerintah Pusat dan setiap warga berumur 17- 18 tahun akan memilikinya. KTP sebagai basis program akan menghilangkan fokus suatu program, sedangkan suatu program adalah tepat sasaran dalam menyalurkan anggaran. Justru janji program berbasis KTP adalah janji yang jauh dari fokus, tak realistis dan ngglambyar tidak bisa diukur indikatornya.

Dalam proses pembuatan KTP yang dipakai acuan adalah identitas, bukan penerima program. Sementara KPM Plus adalah program unggulan kerja lima tahun mendatang yang sasarannya adalah keluarga petani.

KPM Plus adalah program pemberdayaan petani yang memiliki link informasi berapa lahan yang dimiliki, tamaman apa saja yg ditanam, kebutuhan pupuk, pakan ternak dan lain sebagainya.

Kartu KPM adalah suatu bentuk keseriusan paslon terhadap program yang dicanangkan. Tidak ngglambyar  dan harus fokus bagi keluarga petani dengan basis data pemetaan kondisi dan kebutuhan para petani.

Ini indikator bahwa paslon ingin programnya berhasil untuk kesejahteraan petani.

Klarifikasi yang dilakukan Calon menurut analisa saya adalah klarifikasi kebingungan karena desainnya telah bocor ke plublik oleh “orang dalam” tentunya. Tapi dimaklumi saja jalan berkelit tersebut karena kekurangam stok kreatifitas. Matur suwun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *