Umum

Konsultan Nasional Lakukan Monitoring Dana Desa

Gresik – Konsultan Nasional P3MD Kementrian Desa melakukan kunjungan  kerja di Kabupaten Gresik Jawa Timur pada Rabu (18/4/2018). Kunker itu untuk melakukan monitoring dan evaluasi progres pencairan Dana Desa 2018 tahap pertama di Desa Sumput Kecamatan Driyorejo, Gresik sebagai sampel karena rendahnya penyerapan pencairan dana desa 2018 tahap pertama di sejumlah kabupaten.

Monev itu dilakukan Tenaga Ahli (TA) Utama perencanaan dan pambangunan desa Kemendes, Wahyu Hananto Pribadi bersama TA Madya Keuangan dan Ekonomi Provinsi Jawa Timur, Kholis didamping TA Infrastruktur, Zamroni. Selain itu ikut dalam sidak TA Pelayanan sosial dasar M Saikhu dan TA Ekonomi Desa, Agus. Di Kabupaten Gresik mereka didampingi Kasi Pembangunan Drs Mujiono dari Kecamatan Driyorejo serta para Pendamping Desa dan PLD yakni Sholahuddin, Rosif, Silvi, Sumangat dan Ilham.

“Sesuai arahan Bapak Presiden RI Joko Widodo kepada Menteri Desa PDT dan Transmigrasi tentang manfaat dana desa yang harus bisa membawa kesejahteraan dan mengurangi angka kemiskinan di desa dengan adanya dampak meningkatnya daya beli masyarakat. Namun harus taat aturan dalam melaksanakan penggunaan dana desa,” kata Wahyu Hananto Pribadi Tenaga Ahli Utama perencanaan dan pambangunan desa Kemendes.

Selain itu, Wahyu juga meninjau  pemanfaatan dana desa untuk masyarakat di Desa Sumput Driyorejo selama tiga tahun serta proses skema Padat Karya Tunai di desa tersebut.

“Kebijakan penggunaan dana desa 2018 memakai skema Padat Karya Tunai (PKT) minimal HOK 30% dianggarkan untuk upah pekerja,” tambah Wahyu.

Menjawab pemaparan tersebut Kepala Desa Sumput, H. Sutaji menyebut manfaat dana desa selama tiga tahun sangat membantu masyarakat dalam melakukan aktivitas di bidang pertanian, perekonomian dan lainnya. Selama ini dana desa masih fokus di infrastruktur karena masih banyak jalan desa yang rusak.

“Selain itu desa juga membutuhkan rehab dan perbaikan saluran irigasi, plengsengan,” kata Kepala Desa H. Sutaji.

Sedangkan di tahun 2018 dana desa yang masuk ke Desa Sumput sebesar Rp 743.790.000. Angka itu dibagi ke bidang pembangunan desa yakni Rp 678.780.500 dan bidang pemberdayaan masyarakat Rp 115.009.500. Dari bidang pembangunan desa ada 9 kegiatan untuk jumlah anggaran HOK mencapai 30,13 persen.

Setelah melakukan dialog dengan Kepala Desa Sumput, rombongan melanjutkan kunjungan untuk monitoring pembangunan jalan desa yang dibiayai DD 2017. Dana tersebut yaitu untuk pemasangan paving jalan di Dusun Guwo. Rombongan juga melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan dengan biaya DD 2018 yakni pembangunan lapangan sepak bola.

“Semua TA Koordinator Kabupaten dengan pendamping proaktif harus mendorong segera pencairan DD tahap pertama dengan mengacu pada progres workplan. Sehingga jadwal pencapaian terukur jelas,” kata Wahyu Hananti Pribadi mengakhiri arahannya kepada para pendamping dan perangkat desa Sumput. (Rey)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *